Heboh Rumor BYD ke F1, Pertemuan dengan Bos FIA Jadi Perbincangan

Rabu, 10 Juni 2026 10:11 WIB
Yangwang U9, mobil sport listrik besutan BYD mejeng di GIIAS 2025. (BYD)
Yangwang U9, mobil sport listrik besutan BYD mejeng di GIIAS 2025. (BYD)

IDNVoice.com - Potensi masuknya produsen kendaraan energi baru (NEV) asal China, BYD, ke ajang balap paling bergengsi dunia, Formula 1, kembali menjadi sorotan. Spekulasi tersebut menguat setelah Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menggelar serangkaian pertemuan dengan petinggi Formula 1 dan FIA di sela Grand Prix Monako.

Berdasarkan laporan Car News China, Stella Li bertemu dengan CEO F1 Group, Stefano Domenicali, pada 5 Juni 2026, kemudian melanjutkan pertemuan dengan Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, sehari setelahnya. Momen tersebut bahkan diabadikan Ben Sulayem melalui unggahan di media sosial pribadinya.

Pertemuan itu bukan yang pertama. Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, Stella Li juga diketahui bertemu Presiden FIA dalam rangkaian ajang Abu Dhabi Grand Prix. Sementara pada Maret 2026, muncul laporan yang menyebut BYD tengah mengevaluasi peluang untuk terlibat di Formula 1 maupun ajang balap ketahanan dunia, World Endurance Championship (WEC).

Ketertarikan BYD terhadap F1 semakin terlihat ketika perusahaan pada April lalu mengonfirmasi sedang mempertimbangkan berbagai opsi keterlibatan di ajang tersebut. Konfirmasi itu muncul setelah Stella Li mengungkapkan telah berdiskusi dengan Domenicali saat berada di Shanghai.

Dalam wawancara dengan PlanetF1, Stella Li menegaskan bahwa BYD sangat serius dalam mengeksplorasi teknologi masa depan. Menurutnya, Formula 1 menjadi salah satu wadah penting untuk memahami arah perkembangan teknologi otomotif global sekaligus menunjukkan kemampuan inovasi yang dimiliki perusahaan.

Di tengah spekulasi tersebut, beredar pula rumor bahwa BYD termasuk salah satu pihak yang berminat mengakuisisi sebagian dari 24 persen saham tim Alpine F1 Team bersama Mercedes-Benz. Tidak hanya itu, nama mantan petinggi Red Bull Racing, Christian Horner, juga dikaitkan dengan rencana tersebut setelah ia dilaporkan bertemu Stella Li di Festival Film Cannes.

Meski berbagai sinyal keterlibatan terus bermunculan, langkah konkret BYD menuju Formula 1 masih belum jelas. Tantangan terbesar justru datang dari arah pengembangan regulasi F1 di masa depan yang dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan visi perusahaan.

Formula 1 saat ini mengandalkan teknologi hybrid dengan kontribusi motor listrik yang besar. Namun, mulai 2031, kompetisi tersebut disebut berencana beralih ke mesin V8 berbahan bakar bensin dengan porsi elektrifikasi yang jauh lebih kecil.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan strategi bisnis BYD yang selama ini fokus pada pengembangan kendaraan energi baru, mulai dari mobil listrik murni hingga hybrid. Karena itu, meski komunikasi dengan para petinggi F1 terus berlangsung, masa depan BYD di lintasan Formula 1 masih menjadi teka-teki yang menarik untuk ditunggu. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid