Curhat Manajer KDKMP: Sudah Lulus Diklat, Kontrak dan Gaji Belum Jelas

Minggu, 23 Agustus 2026 18:40 WIB
Foto bersama peserta Pelatihan SPPI Manajer KDKMP di Satdik 1 Kolat IX Brigif 2 Marinir. (IDNVoice/Threads/anugrahsan)
Foto bersama peserta Pelatihan SPPI Manajer KDKMP di Satdik 1 Kolat IX Brigif 2 Marinir. (IDNVoice/Threads/anugrahsan)

IDNVoice.com - Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai keluhan dari sejumlah peserta yang telah dinyatakan lulus pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk menjadi manajer. Mereka mempertanyakan kepastian surat keputusan (SK), kontrak kerja, gaji, hingga lokasi penempatan yang sampai kini belum jelas.

Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial. Salah satunya datang dari akun @Tori_Irawan yang mengaku telah lolos seleksi Manajer KDKMP.

Melalui unggahannya, ia meminta pemerintah tidak mengabaikan kondisi para peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan program.

"Bukan bersikap tidak sopan atau tidak bersyukur telah lulus jadi Manajer KDKMP. Tapi realistis saja, Bapak dan Ibu pimpinan yang terhormat. Kami di antara 30 ribuan manajer, mungkin sekitar 80%-nya sekarang pengangguran gara-gara program ini," tulisnya dikutip pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurut dia, banyak peserta telah meninggalkan pekerjaan sebelumnya setelah mengikuti rangkaian pelatihan yang menjadi bagian dari proses menuju posisi manajer KDKMP.

"Karena semenjak mulai pelatihan Bela Negara bulan Juni kemarin, kami semua sudah resign dari tempat kerja lama. Jadi, tolong kejelasan SK dan penempatan kami. Karena kami butuh penghasilan untuk memberi makan dan menghidupi keluarga dan anak-anak kami," imbuhnya.

Kontrak dan Gaji Belum Diketahui

Keluhan serupa disampaikan akun Threads @anugrahsan. Ia mengaku telah menyelesaikan pelatihan sebagai manajer KDKMP pada akhir Juli 2026.

Namun, setelah pelatihan selesai, ia mengaku belum memperoleh kepastian mengenai kontrak kerja, besaran gaji maupun lokasi penempatan.

"Aku manajer Kopdes, akhir Juli sudah selesai pelatihan, tapi sampai saat ini kontrak belum ada, gaji belum tahu, bahkan nggak tahu nanti ditempatkan di mana," tulisnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tetap mendukung program KDKMP. Namun, ketidakjelasan setelah proses pelatihan dinilai berpotensi membuat para peserta kehilangan semangat sebelum program benar-benar berjalan.

"Aku positif sama program ini, tapi ayolah jangan sampai buat 30.000 manajer ini menyerah sebelum berperang," lanjutnya.

Menurutnya, keluhan mengenai ketidakjelasan tersebut bukan hanya datang dari dirinya. Ia mengaku menerima sejumlah pesan pribadi dari peserta maupun keluarga peserta yang mempertanyakan nasib para calon manajer KDKMP.

"Mungkin ada yang nggak setuju aku speak up. Tapi maaf, nggak sedikit yang DM aku, sekadar curhat pasangannya jadi manajer Kopdes, tapi belum ada kejelasan," ujarnya.

Ia pun mempertanyakan potensi dampak dari ketidakjelasan tersebut, termasuk kemungkinan adanya peserta yang akhirnya memilih mundur dari program.

"Bakal ada berapa banyak manager yang akan menyerah? Berapa banyak APBN yang digunakan akan terbuang sia-sia? Ayolah kasih statement resmi @kemenkop," tulisnya.

Keluhan para calon manajer tersebut menyoroti pentingnya kepastian administratif dan operasional dalam pelaksanaan program KDKMP. Bagi peserta, kejelasan SK, kontrak, penghasilan dan penempatan menjadi hal penting setelah mereka menyelesaikan proses seleksi serta pelatihan.

Mereka berharap Kementerian Koperasi segera memberikan penjelasan resmi mengenai tahapan berikutnya, termasuk kepastian status para manajer yang telah dinyatakan lulus diklat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid