Gila! Wasit Keluarkan 51 Kartu Merah dalam Laga Sepak Bola U-20 di Brasil, Pecahkan Rekor Dunia

Kamis, 05 November 2026 13:14 WIB
Wasit mengeluarkan kartu merah di turnamen Brasil U-20 buntut perkelahian dua kesebelasan. (IDNVoice/AFP Photo)
Wasit mengeluarkan kartu merah di turnamen Brasil U-20 buntut perkelahian dua kesebelasan. (IDNVoice/AFP Photo)

IDNVoice.com – Pertandingan sepak bola kelompok umur di Brasil berubah menjadi kerusuhan massal yang berujung pada keluarnya 51 kartu merah. Wasit yang memimpin laga bahkan harus mengusir puluhan pemain dan staf pelatih setelah kedua kesebelasan terlibat baku hantam di tengah pertandingan.

Peristiwa luar biasa tersebut terjadi dalam leg pertama semifinal Divisi Kedua U-20 Negara Bagian Minas Gerais antara Uberlandia melawan Mamore. Pertandingan berlangsung di Stadion Parque do Sabia pada 1 November 2026.

Tensi pertandingan kedua tim memang sudah memanas sejak awal. Mengutip All Football App, wasit bahkan telah mengeluarkan empat kartu merah pada waktu normal, masing-masing dua untuk pemain Uberlandia dan dua untuk pemain Mamore.

Kartu merah tersebut diberikan akibat sejumlah pelanggaran, mulai dari aksi pemukulan, pelecehan verbal, menyerang penjaga gawang lawan, hingga gestur provokatif.

Namun, situasi semakin tidak terkendali ketika memasuki awal babak kedua. Keributan pecah setelah Joao Vitor Lima Araujo mencetak gol ketiga bagi Mamore.

Insiden bermula ketika rekan setimnya, Davi Fernandes Bittencourt, melakukan provokasi di area bangku cadangan Uberlandia.

Aksi tersebut memancing reaksi pelatih kiper Uberlandia, Paulo Sergio Dias dos Santos. Ia kemudian masuk ke lapangan dan mendorong pemain lawan.

Situasi pun berubah menjadi perkelahian besar yang melibatkan pemain dan staf pelatih dari kedua kesebelasan. Bahkan, sejumlah benda di sekitar lapangan, termasuk kursi dan botol minum, ikut dilemparkan dalam keributan tersebut.

Melihat kerusuhan semakin meluas, wasit mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan kartu merah kepada seluruh pihak yang terlibat.

Total 39 pemain dan delapan staf pelatih diusir dari lapangan. Dengan demikian, jumlah kartu merah yang dikeluarkan dalam pertandingan tersebut mencapai 51 kartu, terdiri atas 43 untuk pemain dan delapan untuk staf kepelatihan kedua tim.

Keributan baru berhasil diredam setelah pihak kepolisian turun tangan. Akibat situasi yang tidak lagi terkendali, wasit terpaksa menghentikan pertandingan sebelum waktu normal berakhir.

Saat pertandingan dihentikan, Mamore sedang unggul 3-1 atas Uberlandia.

Tidak hanya berujung pada penghentian pertandingan, insiden tersebut juga berbuntut proses hukum. Wasit dilaporkan telah mengajukan pengaduan terkait keributan yang terjadi.

Polisi diperkirakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk terkait dugaan vandalisme di sejumlah fasilitas stadion, seperti ruang ganti dan kamar mandi.

Jumlah 51 kartu merah dalam pertandingan Uberlandia kontra Mamore menjadi catatan baru yang sulit dipercaya dalam sejarah sepak bola.

Rekor tersebut melampaui kejadian pada pertandingan liga bawah Argentina antara Claypole Athletic melawan Victoriano Arenas pada 2011.

Dalam pertandingan tersebut, wasit mengeluarkan total 36 kartu merah kepada pemain dan pihak yang terlibat. Catatan itu sebelumnya tercatat sebagai rekor dunia dalam Guinness World Records.

Kini, pertandingan U-20 di Brasil tersebut menghadirkan angka yang jauh lebih besar, yakni 51 kartu merah sekaligus menjadi salah satu insiden paling ekstrem dalam sejarah sepak bola. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid