Ballon d`Or 2026: Bukayo Saka Raih Socrates Award, Bantu Anak Rwanda Pulihkan Penglihatan

Selasa, 27 Oktober 2026 11:35 WIB
Pemain Inggris Bukayo Saka dari Arsenal berbicara setelah memenangkan Socrates Award, yang mengakui aksi sosial dan karya kemanusiaan, dalam acara seremoni Ballon dOr di Teater London Palladium di London, Inggris pada Senin, 26 Oktober 2026 waktu setempat. (IDNVoice/AP Photo)
Pemain Inggris Bukayo Saka dari Arsenal berbicara setelah memenangkan Socrates Award, yang mengakui aksi sosial dan karya kemanusiaan, dalam acara seremoni Ballon dOr di Teater London Palladium di London, Inggris pada Senin, 26 Oktober 2026 waktu setempat. (IDNVoice/AP Photo)

IDNVoice.com – Bintang Arsenal dan timnas Inggris, Bukayo Saka, meraih Socrates Award dalam seremoni Ballon d`Or 2026 di London, Inggris. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi kemanusiaan Saka bersama keluarganya, terutama dalam membantu anak-anak dan keluarga yang membutuhkan akses layanan kesehatan.

Saka menerima penghargaan berkat keterlibatannya dalam berbagai kegiatan amal, termasuk kerja sama jangka panjang dengan Big Shoe. Organisasi tersebut mendukung penyediaan perawatan medis dan bantuan kemanusiaan bagi anak-anak serta keluarga yang membutuhkan, baik di London maupun di berbagai wilayah dunia.

Salah satu kisah yang dibagikan Saka dalam seremoni tersebut adalah perjuangan Biringiro, anak berusia 14 tahun asal Rwanda yang penglihatannya pulih setelah mendapatkan bantuan medis melalui Big Shoe. Kisah ini menjadi gambaran nyata dampak program kemanusiaan yang didukung pemain Arsenal tersebut.

Sebelum mendapatkan perawatan, Biringiro mengalami kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari akibat kondisi penglihatannya yang terus memburuk. Ia tinggal di sebuah desa tanpa aliran listrik dan semakin kesulitan bergerak di dalam rumah ketika kondisi matanya memburuk.

Setelah memperoleh bantuan medis, kehidupan Biringiro berubah. Ia kembali mampu melihat tulisan di papan kelas, bahkan dari bangku belakang. Pemulihan tersebut juga memberinya kesempatan untuk menikmati masa kecil dan mengejar cita-citanya menjadi guru bahasa Inggris.

Kisah Biringiro menjadi salah satu alasan penting di balik perhatian terhadap kegiatan kemanusiaan yang didukung Saka. Bersama keluarganya, pemain timnas Inggris itu membantu sejumlah badan amal yang berfokus pada kesejahteraan anak-anak, termasuk membuka akses layanan medis yang sulit dijangkau, seperti perawatan mata.

Saka mengungkapkan bahwa kesempatan membantu anak-anak merasakan kebahagiaan masa kecil merupakan hal yang sangat berarti baginya. Ia menilai pengalaman sederhana, seperti bermain sepak bola, seharusnya dapat dinikmati setiap anak.

"Kami tahu bagaimana rasanya menjadi anak-anak, memiliki bola di kaki, dan merasakan betapa besar kebahagiaan yang didapat," ujar Saka. 

"Setiap kali saya memiliki kesempatan untuk membantu anak lain merasakan kebahagiaan itu lagi, hal tersebut sangat berarti bagi saya," ia menambahkan. 

Setelah menerima penghargaan tersebut, Saka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan yang selama ini dijalankannya.

"Merupakan suatu kehormatan berada di sini dan menerima penghargaan ini. Atas nama semua anak yang telah kami bantu, terima kasih," katanya.

Socrates Award sendiri pertama kali diberikan pada 2022 kepada mantan penyerang Liverpool, Sadio Mane. Penghargaan yang mengambil nama legenda sepak bola Brasil, Socrates, tersebut diberikan untuk mengapresiasi kontribusi kemanusiaan pesepak bola di seluruh dunia.

Penghargaan yang diraih Saka pada Ballon d`Or 2026 menambah catatan penting dalam perjalanan kariernya di luar lapangan. Melalui dukungan terhadap layanan kesehatan dan program sosial, ia menunjukkan bahwa pengaruh seorang pesepak bola juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan bantuan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid