Kembangkan Pelatihan Vokasi dan Budaya K3, Kemnaker Gandeng PertaminaIDNVoice.com - Menteri Ketenagakerjaan

Selasa, 23 Juni 2026 21:12 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Program Ketenagakerjaan dan Pendayagunaan SDM antara Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi dan Direktur SDM PT Pertamina (Persero) Andy Arvianto, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelatihan Vokasi Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) antara Direktorat Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker dengan Pertamina Corporate University di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026. (IDNVoice/Biro Humas Kemnaker)
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Program Ketenagakerjaan dan Pendayagunaan SDM antara Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi dan Direktur SDM PT Pertamina (Persero) Andy Arvianto, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelatihan Vokasi Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) antara Direktorat Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker dengan Pertamina Corporate University di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026. (IDNVoice/Biro Humas Kemnaker)

Yassierli menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan utama dalam memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global. Karena itu, pengembangan kompetensi tenaga kerja harus dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha agar selaras dengan kebutuhan industri.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Program Ketenagakerjaan dan Pendayagunaan SDM antara Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi dan Direktur SDM PT Pertamina (Persero) Andy Arvianto, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelatihan Vokasi Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) antara Direktorat Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker dengan Pertamina Corporate University di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026.

Menurut Yassierli, kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mampu menghasilkan tenaga kerja kompeten sekaligus adaptif terhadap perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

“Kami ingin banyak cerita keberhasilan lahir dari Pertamina, termasuk dalam penguatan hubungan industrial dan pengembangan kompetensi SDM,” ujar Yassierli.

Ia menilai sinergi dengan PT Pertamina (Persero) dapat menjadi model pengembangan pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini maupun masa depan. Selain itu, Pertamina diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengelolaan hubungan industrial yang harmonis serta penyiapan keterampilan masa depan (future skills) yang dibutuhkan berbagai sektor ekonomi.

Menurutnya, keterlibatan aktif dunia usaha menjadi faktor penting dalam mencetak tenaga kerja yang sesuai dengan standar dan kebutuhan industri. Oleh karena itu, perusahaan tidak hanya diharapkan menyediakan akses pembelajaran kerja, tetapi juga berperan dalam membangun sistem pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan bahwa kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan menjadi semakin penting di tengah meningkatnya tuntutan operasional perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Menurut Oki, keberhasilan operasional Pertamina tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan teknologi, tetapi juga pada kualitas SDM yang menjalankan seluruh rantai bisnis perusahaan, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Ia menjelaskan bahwa setiap hari ratusan ribu pekerja di lingkungan Pertamina Group berperan menjaga kelancaran distribusi dan produksi energi nasional. Karena itu, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga disiplin tinggi serta budaya keselamatan kerja yang kuat.

“Di Pertamina Group, keberhasilan operasi dimulai dari SDM yang mengawakinya. Mereka memastikan seluruh proses berjalan aman, produktif, dan berkinerja tinggi,” kata Oki.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan atau Iwan Bule berharap kolaborasi antara Pertamina dan Kementerian Ketenagakerjaan dapat berkembang menjadi pusat pengembangan kompetensi keselamatan kerja berstandar nasional hingga regional.

Menurutnya, ruang kerja sama ke depan tidak hanya terbatas pada pelatihan vokasi, tetapi juga dapat diperluas untuk pengembangan talenta yang mendukung transformasi industri, digitalisasi, serta transisi energi menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Saya ingin sinergi ini menjadi tonggak penting dalam membangun SDM Indonesia yang unggul, memperkuat budaya keselamatan kerja, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” tutur Iriawan.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu mempercepat lahirnya tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan siap menghadapi tantangan global, sekaligus mendukung transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid