Gawat! Rupiah Tembus Rp17.890, Makin Dekati Level "Kritis"

Selasa, 02 Juni 2026 12:24 WIB
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta pada Jumat, 2 Januari 2025. (Antara)
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta pada Jumat, 2 Januari 2025. (Antara)

IDNVoice.com - Rupiah kembali menjadi salah satu mata uang yang masih berada di bawah tekanan di pasar valuta asing. Mata uang Garuda tercatat melemah sebesar 0,14 persen ke posisi Rp17.890 per dolar Amerika Serikat (US$) pada Selasa, 2 Juni 2026.

Pelemahan ini membuat rupiah semakin mendekati level psikologis Rp17.900 per dolar AS, yang kerap menjadi perhatian pelaku pasar sebagai batas penting dalam pergerakan nilai tukar.

Kondisi ini terjadi di tengah tekanan yang juga dialami sejumlah mata uang Asia lainnya. Sejumlah analis menilai pelemahan serentak ini mencerminkan sentimen global yang masih belum stabil terhadap pasar negara berkembang.

Dalam perkembangan pasar regional, beberapa mata uang Asia dilaporkan ikut mengalami tekanan, meski terdapat pula sejumlah negara yang relatif lebih mampu bertahan di tengah gejolak tersebut.

Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan tekanan terdalam setelah melemah 0,35% ke posisi TWD31,395/US$. Dong Vietnam juga melemah 0,26% ke posisi VND26.334/US$, disusul won Korea Selatan yang turun 0,21% ke posisi KRW1.516,4/US$.

Dolar Singapura terkoreksi 0,05% ke posisi SGD1,287/US$, yen Jepang melemah 0,03% ke posisi JPY159,7/US$, sementara peso Filipina turun tipis 0,01% ke posisi PHP61,734/US$.

Namun, tidak semua mata uang Asia berada di zona merah. Baht Thailand menguat 0,25% ke posisi THB32,57/US$, sementara yuan China naik tipis 0,03% ke posisi CNY6,7631/US$.

Dengan posisi saat ini, pelaku pasar akan terus mencermati arah kebijakan ekonomi global serta faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid