Kemenpar Dorong Wisata Yacht, Perkuat Ekosistem Bahari dan Ekonomi Pesisir

Minggu, 09 Agustus 2026 17:13 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri INSA Yacht Festival 2026 di Bali pada Sabtu, 8 Agustus 2026. (IDNVoice/Kemenpar)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri INSA Yacht Festival 2026 di Bali pada Sabtu, 8 Agustus 2026. (IDNVoice/Kemenpar)

IDNVoice.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong pengembangan wisata yacht (yacht tourism) sebagai salah satu strategi memperkuat ekosistem wisata bahari sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan wisata yacht menjadi salah satu dari tiga pilar utama pengembangan wisata bahari berkualitas di Indonesia, bersama wisata cruise dan diving.

"Acara ini merupakan etalase yang menunjukkan kesiapan ekosistem marine tourism Indonesia. Wisata yacht menjadi bagian dari tiga pilar utama pengembangan wisata bahari berkualitas, bersama dengan wisata cruise dan diving," ujar Widiyanti dalam acara INSA Yacht Festival (IYF) 2026 di Bali pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurut Widiyanti, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan yacht tourism. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di kawasan Coral Triangle, Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas laut yang menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Namun, pengembangan wisata yacht tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pelaku industri, investor, komunitas, pemerintah, hingga pelaku pariwisata.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem industri yacht tourism yang semakin kompetitif sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan industri pelayaran, marina, galangan kapal, hingga UMKM, sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir," katanya.

Yacht Tourism Dinilai Beri Efek Berganda

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan pengembangan wisata bahari perlu terus dioptimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, asosiasi, serta berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Carmelita, sektor wisata bahari memiliki nilai strategis karena mampu memberikan efek berganda bagi berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri pelayaran, marina, galangan kapal, UMKM, hingga masyarakat di kawasan pesisir.

"Melalui INSA Yacht Festival, kami ingin ikut mendukung pengembangan quality tourism di Indonesia melalui berbagai kegiatan yang kami hadirkan, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan wisata bahari yang berkualitas," ujar Carmelita.

INSA Yacht Festival 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Benoa Marina, Bali.

Gabungkan Wisata Bahari, Kesehatan hingga Kuliner

Wakil Ketua Umum DPP INSA sekaligus Ketua Penyelenggara IYF 2026 Nova Y. Mugijanto mengatakan festival tahun ini mengangkat tiga tema utama, yakni Wellness Tourism, Marine Tourism, dan Gastronomy.

Menurut dia, wisata bahari kini tidak lagi sebatas aktivitas berlayar, tetapi berkembang menjadi bagian dari marine lifestyle yang menggabungkan kesehatan, olahraga, rekreasi, budaya, kuliner, hingga pengalaman berlayar.

Selama tiga hari penyelenggaraan, IYF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya yacht exhibition, education tour, yacht viewing, yacht joy ride, boat launching, pilates on yacht, fashion show, serta sunset dinner cruise.

Kemenpar turut memberikan dukungan melalui keterlibatan Politeknik Pariwisata Bali dalam penyediaan layanan hospitality selama rangkaian kegiatan.

Dukungan lainnya diberikan melalui promosi dan publikasi untuk memperluas eksposur festival sekaligus memperkuat promosi potensi yachting dan wisata bahari Indonesia.

Dengan pengembangan ekosistem yang terintegrasi, wisata yacht diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan berkualitas, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru yang manfaatnya dapat dirasakan industri pariwisata hingga masyarakat pesisir. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid