Festival Budaya Lembah Baliem Masuk 10 Besar KEN 2026, Kemenpar: Prestasi Luar Biasa Harus Dipertahankan

Jum'at, 07 Agustus 2026 19:09 WIB
Wamen Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati menyerahkan piagam penghargaan top KEN 2026 kepada Bupati Jayawijaya Atenius Murib di sela-sela pembukaan FBLB ke-34 tahun 2026 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. (IDNVoice/Antara-Yudhi Efendi)
Wamen Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati menyerahkan piagam penghargaan top KEN 2026 kepada Bupati Jayawijaya Atenius Murib di sela-sela pembukaan FBLB ke-34 tahun 2026 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. (IDNVoice/Antara-Yudhi Efendi)

IDNVoice.com - Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan ajang budaya tahunan yang digelar di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, itu sebagai salah satu dari 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Festival Budaya Lembah Baliem memiliki daya tarik kuat sebagai agenda wisata budaya nasional yang mampu bersaing di antara ratusan festival di Indonesia.

"Dari ratusan festival budaya di Indonesia, kami pilih 125 festival budaya di Indonesia dan menentukan 10 terbaik. Dari 10 festival budaya yang terbaik itu, FBLB masuk di dalamnya pada tahun ini, maka prestasi yang luar biasa ini harus dipertahankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya," kata Ni Luh usai membuka FBLB ke-34 tahun 2026 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, Kementerian Pariwisata memberikan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Menurut Ni Luh, penghargaan itu diberikan karena Festival Budaya Lembah Baliem berhasil masuk dalam jajaran Top Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

"Prestasi berupa piagam penghargaan yang diberikan tadi (Jumat) karena FBLB ke-34 masuk dalam top KEN atau 10 besar dari ratusan festival budaya yang diselenggarakan di seluruh Indonesia," ujarnya.

Ia menilai Festival Budaya Lembah Baliem memiliki peran strategis dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnu) ke Wamena setiap tahunnya.

"Kami terus mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Jayawijaya untuk menyelenggarakan festival budaya bertaraf internasional sehingga mampu mendatangkan wisman dan wisnu dari daerah sehingga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.

Ni Luh menambahkan, meningkatnya kunjungan wisatawan akan menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro.

"Terima kasih kepada Pemkab Jayawijaya karena di tengah situasi ini (efisiensi anggaran) tetapi masih mampu melaksanakan festival budaya. Pekerjaan rumah atau PR itu pasti ada dan kami akan kolaborasi terus bagaimana festival ini selalu ada inovasi sehingga setiap tahun ada hal yang baru kemudian dapat dinikmati oleh wisatawan," ujarnya.

Menurut Kemenpar, inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar Festival Budaya Lembah Baliem terus berkembang sebagai agenda budaya bertaraf internasional sekaligus memperkuat posisi Papua Pegunungan sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid