Lestarikan 17 Cagar Budaya, Samarinda Perkuat Identitas Daerah dan Daya Tarik Wisata

Minggu, 02 Agustus 2026 18:19 WIB
Masjid Shirathal Mustaqiem Samarinda, Kaltim, sebagai cagar budaya yang terus dilestarikan pemerintah kota. (IDNVoice/Antara-Ahmad Rifandi)
Masjid Shirathal Mustaqiem Samarinda, Kaltim, sebagai cagar budaya yang terus dilestarikan pemerintah kota. (IDNVoice/Antara-Ahmad Rifandi)

IDNVoice.com - Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus memperkuat upaya pelestarian 17 situs cagar budaya sebagai langkah menjaga identitas, sejarah, dan memori kolektif masyarakat di tengah pesatnya pembangunan kota.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Samarinda Barlin Hady Kusuma mengatakan pelestarian berbagai situs bersejarah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah agar warisan budaya tetap terjaga untuk generasi mendatang.

"Pelestarian 17 cagar budaya seperti Masjid Shiratal Mustaqim, Klenteng Thien Ie Kong, Tugu Kebangunan Nasional, hingga Makam La Mohang Daeng Mangkona ini menjadi prioritas utama kami untuk menjaga memori kolektif warga," kata Barlin di Samarinda pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Menurutnya, berbagai situs peninggalan sejarah tersebut kini tidak hanya dijaga keberadaannya, tetapi juga dikembangkan menjadi ruang publik alternatif yang memiliki nilai edukasi bagi pelajar maupun masyarakat umum.

Barlin menjelaskan pengelolaan cagar budaya dilakukan sejalan dengan visi jangka panjang Pemerintah Kota Samarinda untuk mewujudkan kota sebagai pusat peradaban yang maju sekaligus berkarakter.

"Kami berupaya memfasilitasi generasi muda agar dapat memanfaatkan objek cagar budaya sebagai sarana pembelajaran sejarah sekaligus tempat mengekspresikan karya seni," ujarnya.

Selain melakukan pelindungan fisik terhadap bangunan bersejarah, pemerintah juga memperkuat regulasi daerah guna mencegah situs-situs cagar budaya terdampak alih fungsi lahan akibat perkembangan kota.

Disdikbud Samarinda juga mempererat kolaborasi dengan ratusan sanggar seni dan komunitas budaya untuk menghidupkan kawasan wisata sejarah melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.

"Kehadiran situs sejarah yang terawat dengan baik memberikan latar belakang pengetahuan yang sangat kuat bagi para wisatawan saat berkunjung ke daerah ini," sebut Barlin.

Tak hanya fokus pada pelestarian bangunan bersejarah, pemerintah daerah juga aktif mendorong pendaftaran berbagai warisan budaya takbenda ke tingkat nasional sebagai bagian dari upaya menjaga kekayaan budaya lokal.

Di sisi lain, museum kota terus diperkuat melalui digitalisasi koleksi serta penyelenggaraan pameran berkala agar masyarakat semakin mudah mengenal ratusan artefak bersejarah yang dimiliki Samarinda.

"Integrasi antara objek cagar budaya, museum, dan festival seni tahunan terbukti mampu membangkitkan kebanggaan warga terhadap kekayaan budaya lokalnya," tegas Barlin.

Pemerintah Kota Samarinda juga mengalokasikan program pembinaan berkelanjutan bagi para pelaku seni dan budayawan lokal guna memperkuat ekosistem pemajuan kebudayaan yang mandiri dan berkelanjutan.

Barlin meyakini pelestarian sejarah dan budaya secara menyeluruh tidak hanya menjaga jati diri daerah, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik pariwisata serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merawat peninggalan bersejarah ini agar jati diri Kota Samarinda tetap lestari hingga masa mendatang," tuturnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid