IDNVoice.com - Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2026 resmi menambah kuota peserta menjadi 12.500 pelari, meningkat dari 11.500 peserta pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Penambahan kuota ini membuka kesempatan lebih luas bagi para pelari untuk merasakan pengalaman berlari di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan penambahan kuota dilakukan sebagai respons atas tingginya antusiasme masyarakat yang selama ini belum berhasil mendapatkan slot untuk mengikuti ajang lari bergengsi tersebut.
"Penambahan kuota dilakukan untuk memberi kesempatan lebih luas kepada pelari yang selama ini belum berhasil memperoleh slot," kata Sumarno di Magelang pada Kamis, 9 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pendaftaran Borobudur Marathon 2026 akan dibuka mulai 10 Juli 2026 melalui sistem ballot atau undian. Sistem ini diterapkan untuk memastikan proses seleksi peserta berlangsung secara adil mengingat tingginya minat pelari dari berbagai daerah.
Mengusung tema Decade of Legacy, Borobudur Marathon 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2026 di kawasan Candi Borobudur dengan tiga kategori lomba, yaitu 10 kilometer, half marathon (21 kilometer), dan marathon (42 kilometer).
Menurut Sumarno, sejak pertama kali digelar pada 2017, Borobudur Marathon telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga.
"Ajang ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Jateng untuk mengampanyekan gaya hidup sehat, memperkuat sport tourism, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Ia berharap semakin banyak peserta datang bersama keluarga sehingga tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga menikmati berbagai destinasi wisata di kawasan Borobudur. Dengan demikian, dampak ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan penyelenggara, tetapi juga pelaku UMKM, hotel, restoran, homestay, hingga masyarakat sekitar," katanya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perputaran ekonomi yang dihasilkan mampu menembus Rp100 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Borobudur Marathon 2025 yang mencatat perputaran uang sekitar Rp67 miliar.
"Kami berharap mudah-mudahan (tahun ini, red.) bisa tembus Rp100 miliar," ujar Sumarno.
Lebih jauh, ia menilai warisan terbesar Borobudur Marathon selama satu dekade bukan semata-mata nilai ekonomi, melainkan tumbuhnya rasa memiliki masyarakat sekitar terhadap ajang tersebut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An menegaskan sejak awal penyelenggaraan, pihaknya memiliki cita-cita agar Borobudur Marathon mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan Borobudur.
"Sejak awal penyelenggaraan cita-cita terbesar yang ingin diwujudkan adalah menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar Borobudur," katanya.
Menurut Liem, dampak positif yang kini dirasakan warga menjadi bukti bahwa Borobudur Marathon telah berkembang menjadi milik bersama sekaligus memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Sebagai bagian dari perayaan 10 tahun Borobudur Marathon, panitia juga menyiapkan apresiasi khusus berupa medali edisi spesial bagi peserta yang telah mengikuti ajang ini sedikitnya lima kali, termasuk pada penyelenggaraan tahun 2026.
Medali tersebut menjadi simbol perjalanan satu dekade Borobudur Marathon sekaligus bentuk penghargaan kepada para pelari yang setia menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan ajang lari internasional tersebut. [DR]