Komitmen India Restorasi Prambanan Dinilai Perkuat Diplomasi Warisan Budaya

Selasa, 07 Juli 2026 17:42 WIB
Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. (IDNVoice/Kemenpar)
Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. (IDNVoice/Kemenpar)

IDNVoice.com - Komitmen India untuk membantu restorasi dan revitalisasi Kompleks Candi Prambanan dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan diplomasi warisan budaya Indonesia di tingkat internasional. Kerja sama tersebut juga menunjukkan bahwa Prambanan kini tidak hanya berfungsi sebagai situs bersejarah, tetapi telah berkembang menjadi instrumen diplomasi strategis.

Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya, I Kadek Andre Nuaba, mengatakan keberhasilan kerja sama tersebut tidak hanya ditentukan oleh proses pemugaran fisik candi, tetapi juga oleh tata kelola yang mampu menyeimbangkan kepentingan diplomasi, konservasi, praktik keagamaan, dan kepentingan publik.

"Kerja sama restorasi dengan India menunjukkan bahwa Prambanan memiliki nilai budaya sekaligus diplomatik. Namun, pengelolaannya harus mampu mengakomodasi kepentingan negara, umat Hindu, wisatawan, serta standar konservasi internasional," kata I Kadek dalam keterangannya pada Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut Andre, komitmen India yang kembali ditegaskan dalam Joint Commission Meeting Indonesia–India menjadi sinyal bahwa hubungan kedua negara telah bergerak dari sekadar komitmen politik menuju implementasi nyata. Restorasi yang direncanakan juga akan mencakup kawasan Candi Sewu dan Candi Plaosan.

Ia menilai Indonesia memiliki posisi yang unik karena mampu mengelola situs warisan budaya Hindu yang hingga kini masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah di negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi modal penting untuk memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi sekaligus berkomitmen melestarikan warisan budaya dunia.

Meski demikian, Andre mengingatkan tantangan terbesar justru terletak pada tata kelola. Berbagai aspek seperti prioritas pemugaran, pengaturan kegiatan keagamaan, akses wisatawan, hingga keterlibatan pihak asing dalam proses restorasi harus diatur secara jelas agar tidak memicu persoalan di tingkat domestik.

"Keberhasilan diplomasi warisan budaya tidak hanya diukur dari selesainya restorasi, tetapi juga dari kemampuan Indonesia menjaga keseimbangan antara diplomasi, konservasi, kepentingan keagamaan, dan kepentingan publik secara berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026, Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan serta menandatangani sejumlah nota kesepahaman.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan agenda kunjungan Modi diawali dengan pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, dilanjutkan pertemuan empat mata, pertemuan bilateral, serta jamuan kenegaraan di Istana Negara.

Sugiono mengatakan kunjungan PM Modi ke Candi Prambanan merupakan bagian dari kerja sama budaya antara Indonesia dan India, khususnya dalam upaya pemugaran atau restorasi kompleks candi tersebut. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid