IDNVoice.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah (Kalteng) membuat Kota Palangka Raya diselimuti kabut asap pekat berwarna oranye. Kondisi ini mengancam kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, indeks kualitas udara menembus angka 2.052, yang menandakan tingkat polusi udara sangat berbahaya.
Dampak karhutla juga terlihat dari luas lahan terbakar yang mencapai 1.444 hektare di Kota Palangka Raya. BPBD mencatat 548 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah kota tersebut, sedangkan di seluruh Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) jumlahnya mencapai 11.166 titik panas. Selain itu, sejak Juni hingga 13 Oktober 2026, tercatat 887 kejadian karhutla di Palangka Raya. Tingginya angka tersebut menunjukkan seriusnya ancaman karhutla terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat paparan asap. [DR]